Bima Arya Targetkan 2025 Kota Bogor Menjadi Kota Layak Anak

kabar17.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) melakukan sosialisasi Kota Layak Anak (KLA) kepada media massa dengan mengusung tema “Mari Kita Wujudkan Kota Bogor Menuju Layak Anak” di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Jumat (22/2/19).

Bima mengatakan, target Kota Bogor menjadi Kota layak anak pada tahun 2025. Untuk itu yang menjadi fokus adalah membangun sistem serta pranata.

“Jadi, apakah sekarang sudah ada kota yang layak anak? Ya, belum ada. Belum ada kota di Indonesia yang betul-betul layak anak. Cuma tahapan-tahapannya itu kita ikuti supaya mempunyai sistem ke arah itu,” ucap Bima.

Bima menginginkan setiap tahun tingkatan KLA Kota Bogor terus meningkat peringkatnya. Dirinya juga ingin kasus yang terkait dengan anak menurun sama seperti kasus perceraian.

“Alhamdulillah untuk pertama kalinya dari tahun kemarin ke tahun sekarang gugatan perceraian menurun. Target kita kasus yang terkait dengan anak juga bisa berkurang,” ujarnya.

Menurut Bima tidak ada prioritas dalam mencapai KLA, namun semua itu, harus terintegrasi dan di akselerasikan, tidak bisa di pilah-pilah, tapi pertama kita berbicara lewat eduakasi yang harus masuk lewat Disdik kemudian lewat sarana informal.

“Yang kedua, lewat infrastruktur seperti kesehatan, pendidikan, keamanan. Jadi, KLA ini, harus terintegrasi semua,” terangnya.

Sementara itu, Fasilitator KLA Jabar, Prof. Ikeu Tanziha menjelaskan, bahwa kriteria KLA itu, indikatornya ada lima klaster. Pertama, hak sipil dan kebebasan di mana semua anak harus mempunyai akta kelahiran.

“Kemudia klaster kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif di mana semua anak tidak ada yang terlantar, semua di asuh oleh keluarga. Jadi, diutamakan tumbuh kembang anak itu di keluarga,” jelasnya.

Kota Bogor lanjutnya, sudah ada pada tingkatan kriteria madya. Jadi KLA itu di lihat dari sumber daya manusia (SDM) dan Infrastruktur.

“Kalau di Bogor infrastruktur sudah ada ruang bermain anak, ada zona aman sekolah, JPO sudah mulai aman, sekolah ramah anak juga sudah banyak, SDM nya sekarang sudah di cobakan pelatihan konfensional anak untuk mengenalkan hak-hak anak dan bagaimana perlindungan anak dan sekarang di Bogor banyak SDM yang sudah mengerti mengenai perlundungan anak,” katanya.

Mengenai KLA, tambahnya, sudah ada 386 kota/kabupaten yang menginisiasi, tapi ada juga kota/kabupaten yang belum menginisiasi untuk KLA. Menurutnya untuk Kota Bogor sendiri nilainya sudah di atas 600.

“Yang paling tinggi itu kota/kabupaten yang sudah mempunyai peraturan daerah (perda) KLA. Dengan perda itu, pasti Kota Bogor memastikan bahwa hak-hak anak terpenuhi dan anak yang ada di Kota Bogor terlindungi. Tapi kalau saya lihat Kota Bogor sebenarnya bisa maju ke tingkat nindya, karena dari sarana prasarananya sudah jauh lebih baik dan pemkot Bogor terus menginisiasi untuk terwujudnya kota layak anak,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*