Bima Arya Akan Evaluasi Semua Program Dishub Kota Bogor

kabar17.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya akan mengevaluasi semua program Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Dikatakan Bima, untuk Dishub akan ada langkah-langkah baru yang akan digulirkan dan dalam waktu dekat Dishub dan Organda akan duduk bersama untuk melakukan pematangan rencana-rencana.

“Ada beberapa evaluasi yang akan dilaksanakan diantaranya tentang konsep rerouting dan konversi dan ada juga persiapan-persiapan yang harus di akselerasi terkait rencana pembangunan jalur trem. Ini perlu dimatangkan untuk bisa di agendakan dan dianggarkan tahun depan,” ucap Bima usai memimpin upacara Hari Perhubungan Nasional di Kantor Dishub Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Senin (23/9/19).

Bima menjelaskan, program Dishub akan dikembalikan ke titik nol, karena menurutnya, secara struktural sedang dalam proses evaluasi dan juga karena ada beberapa petugas senior yang pensiun.

“Sebetulnya konsep utamanya tetap angkot menjadi feeder. Cuma masa transisinya inikan kita harus hitung, berapa lama angkot ini akan hilang di pusat Kota Bogor. Kedua, pengadaan bis untuk konversinya. Selama inikan diserahkan kepada badan hukum untuk pengadaan bis. Jadi, sekarang kita sedang menjajaki model baru,” katanya.

Bima juga menjelaskan, model terbaru yakni kerjasama dengan pihak ketiga yang berpengalaman dalam pengelolaan transportasi seperti DAMRI misalnya. Dengan demikian nantinya tidak susah dalam hal pendanaannya. Ini yang saya maksud kita evaluasi secara total, konversi, rerouting, asuransi untuk trem, termasuk juga konsep PDJT akan seperti apa.

“Badan hukum itu kerjasamanya dengan pihak ketiga misalnya tiga angkot jadi satu bis. Bisnya dari DAMRI. Badan hukumnya tidak mengeluarkan uang tapi badan hukumnya di anggap mempunyai saham disitu. Format-format seperti ini sedang kita matangkan sekarang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor, Rakhmawati mengatakan, WTN memang seharusnya didapat, tetapi Kota Bogor harus punya lebih lagi daripada itu. Ada beberapa pekerjaan rumah yang belum tuntas sampai sekarang, sehingga membuat nyaman bagi warga Kota Bogor. Rencana trem di Kota Bogor, tidak serta merta begitu saja. Harus dipersiapkan segala sesuatunya, mulai dari infrastrukturnya, masyarakatnya dan angkot-angkot yang ada harus bagaimana.

“Kalau feeder pasti ada, tapi feedernya seperti apa harus kita evaluasi semua. Dengan adanya trem akan mengubah pola transportasi di Kota Bogor yang sudah ada,” ujarnya.

Ia melanjutkan, trem akan combine dengan angkutan kota yang ada saat ini. Pihaknya tidak ingin ada yang tidak singkron, jadi semua harus terwadahi. “Kami tidak ingin hal positif ini menjadi negatif. Kalau trem jadi otomatis akan ada perubahan-perubahan itu. Kami evaluasi semua. Saat ini, dikaji layak atau tidak untuk trem. Kemudian ada lagi kajian angkutan kota dan lainnya,” pungkasnya. (*/KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*