Satlantas Polresta Bogor Kota melakukan talkshow

Bedah Pasal 293 Ayat 1 dan 2, Ini Penjelasan Satlantas Bogor Kota

kabar17.com – Satlantas Polresta Bogor Kota melakukan talkshow bertemakan Bedah Pasal 293 ayat 1 dan ayat 2 di ruang studio X-Channel FM, Jalan Selakopi, Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (18/09/2018). Pada talkshow ini, mengundang pembicara dari jajaran Satlantas Polresta Bogor Kota yakni, Iptu Ni Komang Armini, Brigadir Alex Dani Irawan dan Bripda Giska.

“Melalui talkshow ini, Satlantas Polresta Bogor Kota berkesempatan untuk mensosialisasikan Pasal 293 ayat 1 dan ayat 2. Dimana, isi dari pasal tersebut adalah kewajiban pengendara kendaraan bermotor untuk menyalakan lampu di malam hari, pada kondisi tertentu dan menyalakan lampu sepeda motor di siang hari,” ucap salah satu pembicara, Iptu Ni Komang Armini.

Adapun poin pembahasan lainnya, Pasal 293 ayat (1) bahwa setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Masih kata Ni Komang Armini, kedua, pasal 293 ayat (2) bahwa setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah).

“Yang dimaksud dengan “kondisi tertentu” adalah kondisi jarak pandang terbatas karena gelap, hujan lebat, terowongan, dan kabut,” ungkapnya.

Ni Komang Armini menuturkan, tujuan dari menyalakan lampu bagi kendaraan bermotor adalah sebagai alat penerangan, alat penanda kendaraan serta sebagai alat komunikasi bagi pengemudi dalam berkendara.

“Data mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor merupakan yang tertinggi dibanding sarana transportasi lain. Dimana, beberapa faktornya adalah manusia, kendaraan, sarpras dan cuaca,” jelasnya.

Ni Komang Armini menambahkan, menyalakan lampu utama di siang hari atau biasa dikenal Daytime Running Light (DRL) bisa mengurangi potensi kecelakaan, yang mana penggunaan DRL mampu mengurangi risiko kecelakaan hingga 20%.

Untuk itu, sambungnya, perlu “sistem” yang bisa membantu pengendara aware dengan kondisi lalu lintas. Untuk itu, manfaat pada siang hari menyalakan lampu berdasarkan hasil survey mengungkap ketika pengemudi berkendara dari arah yang berlawanan ada sinar yang datang, pupil mata akan tertarik (mengikuti atau tertuju ke arah cahaya).

“Efeknya, si pengemudi menjadi lebih peduli dan perhatian terhadap rangsangan cahaya, dapat pula mengurangi resiko Blind Spot yang ada pada kendaraan. Dengan ini, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat bisa dengan tertib berlalu lintas dalam berkehidupan sehari hari,” ungkapnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*