Bawaslu Kota Bogor Panggil Wali Kota Bogor

kabar17.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait mengacungkan satu jari pada saat kampanye Cawapres KH. Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Al Ghazaly beberapa waktu lalu.

Bima Arya mengatakan, bahwa kedatangan dirinya untuk memenuhi undangan dari Bawaslu dan dirinya mengapresiasi dan berterimaksih kepada Bawaslu. Inilah memang yang harus ditempuh rekan-rekan dari bawaslu.

“Tadi saya dimintai keterangan, bedasarkan viral pemberitaan. Kedatangan saya dan simbolisasi angka satu waktu itu. Tadi ada 15 pertanyaan yang di berikan oleh Bawaslu kepada saya,” kata Bima usai memenuhi panggilan Bawaslu di Jalan Ismaya 2, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (11/01/19).

Bima menyampaikan, waktu itu dirinya menerima undangan dari Ponpes alAl Ghajali melalui Ust Turmuzi yang disampaikan melalui pesan Whatsapp dan surat, yang ditunjukan kepada saya secara pribadi.

“Saya datang ke sana sekitar jam 11.30 WIB , dan saat itu tepat ketika pak kiyai press confers. Di situ saya diminta untuk duduk di sebelah pak kiyai kemudian wartawan secara spontan langsung menanyakan maksud kedatangan saya,” ungkapnya.

Terkait hal itu, dirinya sudah menjelaskan kepada Bawaslu, bahwa saat itu ketika ditanya, dirinya langsung secara insting dan refleks mengatakan bahwa maksudnya hanya satu.

“Kemarin itu, secara refleks saya sebutkan satu, kemudian ditafsir macam -macam. Tapi saya jelaskan alasan saya itu kepada Bawaslu dan saya sampaikan juga, satu hari itu hari libur, yang kedua saya datang bukan untuk kampanye tapi diundang, yang ketiga simbolisasi satu itu lebih kepada penguatan makna tentang alasanya saya kesana bahwa satu yaitu memuliakan tamu. Saya itu orang ekspresif, jadi kalau bicara dua saya kasih simbolisasi dua, kalo semangat saya kepalkan tangan, kalo lima saya disebut lima,” jelasnya.

Bima menuturkan silahkan dibaca pernyataan dirinya diberbagai media bahwa ia telah meminta izin kepada partai untuk netral, tidak berpihak kepada paslon siapapun.Kenapa, karena saya ingin fokus kerja, yang kedua menjaga kebersamaan. Saya rasa tidak pas dan tidak elok, seorang walikota terlalu sibuk berkampanye.

“Alat bukti yang saya bawa yaitu surat undangan (fotocopy) dan saya disposisikan untuk dijadwalkan, yang ditujukannya juga kepada saya pribadi. Jadi kedatangan saya untuk bersilaturahmi dan ziarah, surat ini dari ponpes Al Ghazali sebagai dasar saya memenuhi saya undangan.Kalau di islam itu jika diundang seharusnya datang dan kalau ada tamu harus dimuliakan,” ujarnya.

Sementara itu,Ketua Bawaslu Kota Bogor, Yustinus Elias Mau, mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap Bima Arya yang menjabat sebagai Walikota, bahwa persoalan kehadiran Bima di kampanye Cawaspres merupakan Bima datang atas nama pribadi, atas nama undangan, dan juga datang di hari libur yaitu hari Sabtu.

“Bima itu datang ke acara tidak ada unsur unsur kampanye seperti acungkan jari satu yang diviralkan diberita itu. Tadi ada sekitar 15 pertanyaan dan sudah dijawab semua, ini perlu diinfomasikan bahwa ini informasi diantaranya mencari apakah data data itu, unsur unsur kampanyenya terpenuhi atau tidak, kalau tidak terpenuhi, kasus ini akan di close (tutup) di sini,” katanya.

Ia menjelaskan, kedatangan Bima ini merupakan tahapan hari ketiga, kemarin itu sudah dimintai keterangan dari pihak panwascam, TPKD, kemudian Tim Pemenangan Daerah (TKD) Kota Bogor. Tahapan berikutnya pengumpulan data-data.

“Karena kita punya tim investigasi bersama, nanti data-data di kumpulkan akan diplenokan di Bawaslu untuk memutuskan kasus ini,” pungkasnya.(KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*