APPI Jalin Kerjasama Dengan Pemkot Bogor

kabar17.com – Asosiasi Pengusaha Pembiayaan Indonesia (APPI) Bogor meminta bantuan dan kerjasama dari Pemerintah Kota Bogor untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait sadar hukum menyangkut bidang perkreditan kendaraan bermotor.

Ketua APPI Bogor, Gunawan mengatakan, banyak kendala kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh para pengusaha pembiayaan. Dinamika perkreditan itu sangat banyak, tetapi yang paling merugikan para pengusaha saat ini menyangkut tidak patuhnya para konsumen dalam pembayaran kredit kendaraan. Selain itu, banyak juga unit kendaraan yang hilang atau dipindahtangankan.

“Kami ingin ada sinergitas bersama pihak Pemerintah Kota Bogor. Kami ingin mencari solusi dan sharing bersama pemerintah, supaya berbagai permasalahan yang dihadapi pengusaha pembiayaan bisa terbantu,” ucap Gunawan usai melakukan audiensi bersama Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim.

Ia menjelaskan, dinamika perkreditan itu diantaranya adanya oknum oknum yang mem-backup costumer costumer melakukan wan prestasi. Hampir semua finance merasakan hal itu dan mempengaruhi perkreditan atau omset dari leasing itu sendiri. Setiap bulan ada saja perusahaan yang memgalami kerugian akibat unit kendaraan hilang, digadaikan atau dipindahtangankan.

“Kami berharap pemerintah membantu mensosialisasikan kepada jajarannya sampai ke tingkat RT dan RW bahwa memindahtangankan kendaraan bermotor tanpa persetujuan perusahaan ada sanksi pidana. Jadi kami berharap ada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara, GM Yamaha Prima, Refa Wisha Satrio, SE menuturkan APPI di Bogor memiliki anggota sekitar 40 finance, baik kendaraan roda dua dan roda empat. Audiensi bersama pihak Pemkot Bogor ini bertujuan mencari soluai dalam menangani permasalahan permasalahan baik di Kota dan Kabupaten Bogor. Selain soal investasi yang resah akibat oknum tidak bertanggung jawab, APPI juga berencana akan menyalurkan CSR di Kota Bogor.

“Harapan kami supaya investasi di Kota Bogor menjadi lebih kondusif untuk teman teman pelaku usaha, memberikan rasa nyaman dan jaminan bahwa investasi itu berjalan sebagaimana mestinya agar tidak terjadi gesekan gesekan,” jelasnya.

Refa menambahkan, sinergitas dengan pemerintah perlu dilakukan agar kolaborasi yang dibangun bersama sama memajukan pembangunan Kota Bogor.

Terpisah, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan, akan mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui aparat pemerintahan hingga ke tingkat RW dan RT. “Harus dilakukan pendekatan kepada masyarakat dan memberikan edukasi sadar hukum kepada mereka. Pemkot akan membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (*/KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*