Anggota Dewan Kota Bogor Pertanyakan Laik Fungsi Gedungnya

kabar17.com – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menunjuk Pupung W Purnama sebagai Kepala Inspektorat Kota Bogor. Tugas pertama yang diperintahkan Bima kepada Pupung adalah mengaudit proyek gedung DPRD Kota Bogor.

“Tugas pertama inspektorat adalah audit pembangunan gedung DPRD. Apakah ada persoalan dalam hal pelaksanaan, perencanaan, dan pengawasan,” kata Bima usai melantik tiga pejabat hasil open bidding dan kepala sekolah di ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (28/10/19) kemarin.

Sementara, Pupung W Purnama mengatakan, sesuai arahan wali kota, dirinya akan mempelajari permasalahan lapangan. Kemudian akan coba melakukan konsolidasi internal untuk selanjutnya melakukan langkah-langkah yang sesuai perintah wali kota. “Ya, tadi perintahnya untuk dilakukan audit gedung DPRD Kota Bogor. Secepatnya kami akan lakukan audit,” ungkap Pupung.

Di tempat terpisah, anggota komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin mengatakan, kejadian ambruknya plafon gedung dewan memang akibat hujan dan angin kencang. Tetapi perlu diingat, gedung dewan yang megah itu dibangun dengan anggaran sangat besar. “Apakah dibangun sesuai spesifikasi bangunan dan perencanaan?,” kata Zaenul saat meninjau lokasi.

Politisi yang juga Ketua Fraksi PPP ini mempertanyakan kinerja pengawasan dilapangan. Kinerja konsultan pengawas adalah memastikan proyek bangunan itu dikerjakan sesuai dengan spek dan perencanaan serta kelayakannya.

“Sebuah bangunan gedung apalagi ini gedung publik harus sesuai Permen PU No 25 tahun 2007 yaitu mempunyai SLF Bangunan. Nah, bagaimana dokumen itu bisa terbit kalau gedung itu sendiri tidak sesuai ketentuan dan syarat kelayakan. Bagaimana Disperumkim atau dahulu Dinas Wasbangkim bisa menerbitkan SLF kalau kondisi gedungnya seperti ini,” bebernya.

Senada, Wakil Ketua 1 DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin meminta agar tembok penutup yang berada di sebelahnya juga segera dibongkar dan diperbaiki. “Kalau sekarang yang ambruk disebelah sana, maka tembok yang dibagian satu lagi harua dibongkar juga. Jangan sampai kejadian serupa terjadi pada tembok yang satu lagi,” ucapnya.

Jenal pun sangat menyayangkan persitiwa ambruknya tembok itu. Dari sisi fisik, gedung ini representatif tetapi infrastruktur tidak sesuai harapan. “Beruntung kejadiannya ketika tidak ada kegiatan paripurna atau rapat. Ini betul betul menjadi perhatian dan harus diusut tuntas,” tandasnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*