7 Pesan Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Bogor Untuk Indonesia

kabar17.com – Tujuh rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Bogor menyampaikan tujuh pesan Bogor terkait kondisi bangsa pasca pemilu serentak yang berpotensi menganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Ke tujuh rektor itu adalah Dr. Arif Satria. SP. MSi (Rektor IPB University), Prof. Dr. Bibin Rubini. MPd (Rektor Universitas Pakuan), Dr. Ending Baharuddin. MAg (Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor), Dr. Ir. Dede Kardaya, MSi (Rektor Universitas Djuanda), Dr. Ir. Yunus Arifien. MSi (Rektor Universitas Nusa Bangsa) Dr. H. Edi Sukardi. MPd (Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor), dan Dr. Murniati Mukhlisin, MAcc (Ketua STEI TAZKIA).

Rektor IPB DR Arif Satria mengatakan, pesan ini, adalah pesan moral di mana kekuatan perguruan tinggi harus mampu mengedepankan pesan pesan moral, mengedepankan moral sebagai dasar pegangan dalam menyampaikan suaranya.

“Oleh karena itu, kami akan banyak bijak dengan hal-hal yang sifatnya teknis tapi lebih kepada suara suara moral yang semoga bisa di dengar oleh semua pihak,” ucapnya saat menggelar konferensi pers di  IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Kota Bogor, Kamis (9/5/19).

Dengan pesan ini lanjut Arif, semoga bisa menyejukkan suasana apalagi ini bulan ramadhan semoga bisa upaya pengendalian diri dalam hal memberikan pernyataan pernyataan.

Tujuh pesan Bogor itu adalah :

1. Kami mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang undangan;

2. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, Jujur, Adil, Independen, Transparan dan Bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga.

3. Kami mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang Damai, Harmonis, dan Sejuk setelah pemilu 2019;

4. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, Kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku:

5. Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial;

6. Kami mengajak elite kedua pihak beserta seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis;

7. Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*