20 Tersangka Kasus Narkotika Ditangkap, Salah Satunya Petani Ganja

kabar17.com – Sebanyak 20 tersangka kasus tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polresta Bogor Kota berhasil ditangkap. Pengungkapan kasus dari bulan September hingga awal Oktober 2019 tersebut di ekspose dalam konferensi pers yang digelar di Mako Polresta Bogor Kota, Jl Kapten Muslihat, Kota Bogor, Senin (14/10/19).

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengungkapkan, dari 17 perkara yang diungkap, jumlah barang bukti (bb) yang disita yakni narkotika jenis sabu sebanyak 60,3 gram dan narkotika jenis ganja sebanyak 477 gram.

“Para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsidier pasal 111 ayat (2) dan pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun pidana dan paling lama 20 tahun pidana atau denda paling sedikit Rp. 1 milyar rupiah,” ungkapnya.

Hendri melanjutkan, dari semua tersangka salah satunya adalah seorang petani ganja yang kedapatan menanam ganja. Pelaku yang berinisial PJ (27) diamankan di rumahnya di Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (9/10) sekitar pukul 06:00 oleh Polresta Bogor Kota. Barang bukti yang berhasil disita berupa daun ganja yang digelar di atas karung dan 3 buah pot berisi sisa pohon ganja.

Ia menjelaskan, pelaku tinggal di perkampungan yang kondisi rumahnya saling berjauhan dengan tetangga. Halaman belakang rumah kemudian menjadi pilihannya untuk menanam ganja.

Pelaku mengaku baru 3 bulan menanam ganja dan baru sekali panen. Hasil panen kemudian dikeringkan dan dikemas sendiri. Ganja ini dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 50 ribu per paket kecil sesuai pesanan.

“Ini dia tanam di rumahnya dan hasilnya dijual ke teman-temannya. Hasil penangkapan ditemukan 3 poli bag tanaman ganja yang sudah distek dan tumbuh lagi setelah dipanen. Pelaku mengakunya petani,” kata Hendri.

Menurutnya, ganja sendiri memang bisa dipanen di usia 3 bulan. Namun, Hendri meragukan pernyataan pelaku yang mengaku baru 3 bulan menanam ganja. Saat ini, polisi masih terus mendalami temuan ini. Termasuk mencari tahu kemungkinan ada tempat lain yang digunakan untuk menanam ganja.

“Pengakuannya baru 3 bulan, tapi kami tidak yakin. Masih didalami, mungkin bisa 6 bulan. Karena butuh proses. Secara ekonomi mungkin lebih menguntungkan, nanam sendiri lalu dijual,” bebernya.

Di tambahkan oleh Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Indra Sani mengatakan, hasil pengakuan pelaku, benih ganja yang ditanam berasal dari rekan pelaku. Saat ini, polisi masih memburu pemberi benih tersebut. “Jadi, dia dapat benih dari temannya, kemudian dia coba tanam di pekarangan dan tumbuh. Dia petik lalu dijual. Kita sedang kejar temannya,” terangnya.

Saat ditanya kepada pelaku, PJ (27) mengaku belajar menanam ganja dari Google. Ia pun merawat tanamannya dengan pupuk bekas sampah organik. “Pakai pupuk bekas sampah organik. Baru ini aja panen, bijinya nemu. Belajar di Google, kadang-kadang pakai sendiri dan jual juga,” pungkasnya. (*/KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*