2 Ormas Ribut, Intel Polsek Parung Kena Bacok, 5 Pelaku Diringkus

kabar17.com – Seorang anggota Intel Polsek Parung, Bripka Ade (37) menjadi korban pembacokan oleh lima orang tak dikenal pada Kamis (19/9) lalu di daerah Ciseeng, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Setelah buron selama 10 hari, lima orang pelaku pembacokan tersebut akhirnya berhasil diringkus oleh jajaran Satuan Reskrim Polres Bogor.

Kepada wartawan, Kapolres Bogor, AKBP Muhammad Joni menerangkan, kronologi kejadian bermula dari adanya penyerangan gardu dan pos milik salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Ds. Iwul dan Sawangan oleh anggota ormas lain pada Kamis (19/9) malam.

Merasa tersinggung posnya diserang dan dirusak, para pelaku yang berasal dari korwil Depok Bogor Raya itu, menyerang balik dengan merusak pos salah satu ormas di daerah Ciseeng, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Dilokasi tersebut ada Bripka Ade, anggota Intel Polsek Parung yang sedang melakukan pencarian informasi dan pencegahan keributan sesama ormas terkait penyerangan gardu. Saat peristiwa, Ade yang sedang bertugas, sudah menerangkan bahwa dirinya adalah anggota kepolisian.

Namun naas, Bripka Ade malah menjadi korban amukan anggota ormas yang datang menyerang. Saat penyerangan, para pelaku yang dalam keadaan mabuk tidak bisa mengendalikan diri hingga melakukan kekerasan dan penganiayaan.

“Jadi, Bripka Ade dikejar oleh lima orang pelaku, dua orang melakukan pembacokan, tiga orang lainnya berperan melakukan penyiraman bensin dan penganiayaan,” terangnya, Selasa (1/10/19).

Lima pelaku tersebut yakni YA alias Ompong (39) (yang melakukan pembacokan dengan golok), HE alias Bendot (25) (menyediakan alat), MHP alias Iwan (28) (mengejar korban dengan celurit), ABD alias Abdul (23)(membonceng pelaku pembacok), dan SP alias Agoy (35) (menyiram korban dengan bensin).

Dari kejadian itu, Bripka Ade mengalami luka bacok di bagian tengkuk leher, luka tembak senjata airsoftgun di bagian muka dan tubuh tersiram bensin. Setelah dilakukan pengobatan di rumah sakit selama beberapa hari, kondisi Bripka Ade, kini sudah mulai membaik.

Ia melanjutkan, setelah melakukan penyelidikan mendalam akhirnya Sat Reskrim Bogor mengetahui persembunyian para pelaku yang sudah 10 hari buron. Begitu tahu lokasi persembunyiannya polisi pun langsung bergerak. Pelaku yang terdiri dari lima orang diringkus pada Minggu (29/9). Mereka semua tergabung dalam salah satu ormas.

Para pelaku ditangkap di Kabupaten Garut. Mereka kabur dari rumahnya setelah melakukan aksi pembacokan di wilayah Ciseeng dan Parung. Petugas berhasil menangkap pelaku sekaligus mengamankan barang bukti berupa golok, celurit, pecahan asbes, botol bekas berisi bensin, dan potongan kayu.

“Satu orang pelaku terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas karena saat ditangkap melakukan perlawanan dan membahayakan nyawa petugas. Atas perbuatannya, para pelaku kita jerat dengan Pasal 170 KUHPidana dan atau 351 KUHPidana, dengan ancaman pidana kurungan maksimal 5 tahun,” tegasnya. (*)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*