Warga Gayamsari Gelar Opera Wayang dalam Lakon “Limbuk Naik Daun”

opera wayang

Semarang – Ratusan warga Kecamatan Gayamsari Semarang, Sabtu (31/8) malam, menggelar acara Opera Wayang di Lapangan Jalan Kanguru Tengah RW 03 Kecamatan Gayamsari. Dalam opera tersebut yang diikuti oleh sejumlah pejabat Kelurahan, Kecamatan, kepolisian, serta pejabat DPRD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut, mengundang gelak tawa ratusan penonton.

Pentas opera wayang yang dikemas mirip dengan acara di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia ini, mampu menarik perhatian ratusan warga yang berkumpul di lapangan di Jalan Kanguru Gayamsari yang dikenal sebagai Kampung Seni di Kota Semarang.

Tidak hanya warga sekitar, Anggota Kepolisian Sektor Gayamsari, Aiptu Hadi Sis, serta Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Maria Tri Mangesti juga turut memerankan tokoh pewayangan dalam Opera yang mengangkat judul “Limbuk Naik Daun”.

Ketua RW 03 Gajamsari, Supriyono, mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya dalam mengenalkan kesenian Jawa kepada generasi muda di Kota Semarang. Selain itu, warga Gayamsari menampilkan secara maksimal karya seni asli Jawa yand dikemas dalam cerita pewayangan.

“Ini merupakan karya dari kampung seni di Kecamatan Gayamsari. Semua kita kemas sederhana yang kita harapkan mampu mengangkat kembali seni budaya Jawa,” ungkap Supriyono.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Maria Tri Mangesti, yang berperan sebagai Sembrodo, mengaku senang dapat menjadi bagian dari pegelaran wayang ini.

“Meski latihannya hanya dua kali, tapi perasaan Saya tidak canggung dan grogi. Karena niatnya menghibur dan nguri-uri budaya Jawa,” tuturnya.

Opera wayang dengan lakon “Limbuk Naik Daun” ini bercerita tentang kisah Arjuna atau Janaka yang mudah terpikat wanita lain. Meski sudah mempunyai dua orang istri, yakni Srikandi dan Sembrodo, namun, Arjuna masih saja mencari-cari wanita lain. Pada suatu ketika, Kakak dari Srikandi, yakni Prabu Batara Krisna merencanakan untuk memberi pelajaran pada Arjuna, yakni dengan merubah wajah Limbuk yang sebenarnya Istri dari petruk, menjadi cantik jelita.

Kecantikan Limbuk oleh mantra yang diberikan oleh Prabu Batara Krisna tersebut, ternyata membuat Arjuna tergila-gila. Bahkan Arjuna menyatakan dirinya untuk meninggalkan Dewi Srikandi dan Dewi Sembrodo demi Limbuk.

Namun, kedua istri Arjuna yang tidak sabar, membuat Prabu Batara Krisna melepas mantra yang diberikan kepada Limbuk. Berubah kembali semula wajah Limbuk, membuat Arjuna lari meninggalkan Limbuk dengan wajah Aslinya. (slc/jpl)

Berita Lainnya

Tags

Related posts

*

*

Current ye@r *

Top