Tawuran Antar Warga, 1 Warga Kritis, Puluhan Rumah Rusak

tawuran ditan
Batang-Tawuran antar warga dua desa terjadi di Kelurahan Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Minggu (18/8), sekitar pukul 01.30 dinihari tadi. Akibatnya, satu warga kondiisnya kritis dan puluhan rumah warga juga rusak.
Satu warga tersebut yakni Tomo umur 15 tahun, kini tengah dirawat di RS Qim Kabupaten Batang karena luka dan shock.
Puluhan rumah  warga yang rusak tersebut rata rata pecah kaca jendelanya  dan hancur gentingnya.
Tawuran  bermula saat warga Dukuh Dambyak, Desa Depok, Kecamatan Kandeman, mengadakan acara konser dangdut tujuhbelasan di Jalan Raya Dambyak, depan rumah Ketua RT 03 RW 03.
Ketika orkes dangdut akan dimulai, salah seorang remaja asal Dukuh Depok 1, Kelurahan Depok, tanpa disengaja berkelahi dengan pemuda warga Dukuh Dambyak.

 

“Ketika remaja warga Dukuh Depok digeledah panitia, remaja tersebut membawa senjata tajam, kemudian oleh warga Dukuh Dambyak diusir dan tidak boleh menyaksikan orkes,” ungkap Moh Nuh (34), warga Dukuh Dambyak RT 03 RW 03, Kelurahan Depok.

 

Menurutnya, dua jam setelah remaja tersebut diusir, ternyata ratusan warga dari Dukuh Depok1, Depok2, Tegalrejo dan Subango, datang menggruduk ke Dusun Dambyak, melempari semua rumah warga Dukuh Dambyak dengan batu dan kayu.”Ada lebih dari 30 an rumah yang rusak, sebagian besar kaca jendela dan genting yang pecah,” lanjut Moh Nuh, panitia acara orkes agustusan tersebut.

 

Sementara itu warga lainnya, Casmonah (62),warga yang mengalami kerusakan rumah paling parah, dengan jendela kaca dan atap genting rumahnya hancur, menuturkan, bahwa pihaknya akan menuntut kepada Kepala Desa, agar memperbaiki seluruh kerusakan, dan memberi pengobatan  kepada putranya Nurohman (32), yang juga menjadi korban.
”Lihat rumah saya hancur, anak saya Nurohman kritis tergelatak tak berdaya,” tangis Casmonah, ibu dengan 4 anak, warga Dukuh Dambyak RT 03 RW 03.

 

Ketua RT 03 RW 03 Dukuh Dambyak, Kelurahan Depok, Bajuri, membenarkan jika terjadi tawuran antara desa di wilayah Dukuhnya.
Menurutnya, saat itu orkes baru saja dimulai, namun tiba-tiba ratusan pemuda Dukuh Depok, dengan membawa batu yang dimasukan ke karung plastik, langsung menyerang rumah warga Dukuh Dampyak.”Sudah lima tahun lebih Desa Depok itu tidak pernah terjadi perkelahian antar kampong, namun perkelahian semalam, ratusan pemuda dengan membawa lampu penerang, terkesan penyerangan sudah disiapkan,” kata Bajuri.

 

Bajuri juga mengatakan, lebih dari sepuluh warga yang dibawa ke Rumah Sakit Qim, akibat poerkelahian tersenut, namun sebagian dibawa pulang karena hanya luka memar biasa.”Masih satu yang di rawat di RS Qim, atan nama Tomo umur 15 tahun,” ujar Bajuri.

 

Kepala kelurahan Depok, Kecamatan Kandeman, Pamarto, menjelaskan, hingga saat ini pihak kelurahan masih mendata kerusakan rumah, dan penyebab dari pertkelahian tersebut.”Warga baru bias bubar smalam jam 3.00 pagi, jadi saya belum sempat mendata dan menayai warga,” jelas Pamarto.

 

Sementara itu, Kabag Humas Polres Pekalongan, AKP Machsus, menegaskan, bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan, untuk mengetahui penyebab perkelahian antar dusun tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini kondisi warga 5 Dusun di Desa Depok tersebut, sudah kondusif dan normal kembali.”Kita akan minta keterangan Kepala Desa dan warga, jadi belum biss memberikan penjelasan lebih lanjut,” tutur AKP Machus. (thd/fra)

 

 

Berita Lainnya

*

*

Current ye@r *

Top