Atasi Banjir, Pintu Bendung Klambu dan Wilalung Dibuka

pajak editan
Grobogan– Karena Grobogan masih dikepung air kiriman dari hulu Lusi di Blora, Balai Sungai Serang Lusi Juana (Seluna) Kudus, Rabu (10/4), membuka sembilan pintu Bendung Wilalung menuju arah Juana Pati dan dua pintu ke arah Sungai Wulan Kudus.
“Debit air Bendung Dumpil yang mendapat kiriman dari Blora meningkat dari 273 menjadi 330 meterkubik perdetik. Jika pintu Bendung Wilalung tidak dibuka, banjir di Grobogan akan lebih parah,” ungkap Kepala Dinas Pengairan Ir Subiyono MT.
Saat ini, delapan pintu Bendung Klambu sudah dibuka penuh. Debitnya mencapai 1.000 meterkubik perdetik, dari debit sebelumnya 940 meterkubik perdetik. Meski pintu Bendung Klambu dan Bendung Wilallung sudah dibuka penuh, namun Grobogan masih berstatus siaga III.
Sementara itu, elevasi Sungai Lusi masih setinggi 9,3 meter dari ambang batas normal 7 meter. Sehari sebelumnya, elevasi berada pada angka 9,94 meter. Meski elevasi sudah turun, tetapi kondisi masih cukup mengkhawatirkan karena volume air dari hulu Kabupaten Blora melalui Bendung Dumpil masih tinggi.
Jumlah warga yang mengungsi sudah mulai berkurang. Sebagian warga memilih pulang untuk membersihkan rumah dari genangan lumpur. Sebagian warga lain memilih untuk tetap di pengungsian sambil menunggu lumpur mengering.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, masih ada sekitar 6.000 rumah  di 16 desa yang tersebar di 8 kecamatan yang tergenang.
Untuk menjamin kesehatan para pengungsi, Dinas Kesehatan Grobogan menerjunkan tenaga medis di lokasi banjir. “Petugas melakukan keliling sampai ke desa terpencil, supaya kesehatan masyarakat benar-benar terkontrol,” ucap Kepala Dinas Kesehatan dr Johari Angkasa SKM.
Kendati demikian, warga yang mengungsi masih banyak yang terserang penyakit batuk, flu, dan pilek. Kondisi tersebut terlihat di pengungsian yang terletak di penampungan gudang beras di tepi Jalan Raya Purwodadi-Blora Desa Getasrejo. (nur/fra)

Tags

Related posts

*

*

Current ye@r *

Top