Bos OXXYWELL Terancam Bolak-balik Penjara

Bos Oxxywell saat menjalani persidangan di PN Semarang.

Semarang  – Kasus yang menjerat bos OXXYWELL/OW-WATER/MERT-WATER,  Ir J Handojo, nampaknya akan semakin berat, pemilik PT Hanita Artha Nusantara tersebut terancam akan bolak-balik ke penjara.

Pasalnya, meski saat ini Handojo sedang menjalani persidangan karena kasus perusakan sistem jaringan Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan penggelapan dana Myoxy di PN Semarang, kasus lain menunggu dan akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

Kasus lain yang sudah menetapkan Handojo menjadi tersangka adalah kasus pemalsuan SNI, MD POM dan label MUI yang dicantumkan dalam kemasan OXXYWELL. Bahkan berkas perkaranya segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi untuk proses lebih lanjut.

“Untuk kasus pemalsuan SNI, MD POM dan label MUI, Ir Handojo sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dan berkasnya segera kita limpahkan ke Kejaksaan Tinggi untuk proses lebih lanjut. Ini kasus istimewa, karena tersangka sedang menjalani sidang dalam kasus yang lain, sehingga saat yang bersangkutan selesai menjalani hukuman, maka bisa ditangkap lagi untuk menjalani proses hukum yang lain,” ujar Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah, AKBP Sugeng Haryanto SIK M.HUM saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, Handojo kini menjalani persidangan karena kasus perusakaan system jaringan transaksi elektronik yang dilaporkan oleh pemilik MYOXY, Gabby Permata Starosa. Sementara laporan pemalsuan MD POM, SNI dan label MUI dilakukan oleh pemilik MD POM, Bambang Hermanto, selaku pemilik minuman beroksigen HYGIO2 ke Polda Jateng karena nomor MD POM miliknya dipergunakan oleh Handojo untuk minuman OXXYWELL.

“Saya ke sini (Polda Jateng-red) melaporkan Handojo karena dia menggunakan MD POM milik saya untuk minuman dia OXXYWELL, padahal saya tidak tahu siapa Handojo,” kata Bambang Hermanto.

Selain Bambang, beberapa stokies dan leader OXXYWELL juga melaporkan Handojo ke Polisi lantaran Handojo menggunakan label palsu, 31 Agustus tahun lalu. Padahal para leader dan stokies tersebut telah mengeluarkan uang banyak. Dalam laporannya itu, mereka menuntut Handojo untuk bertanggungjawab.

Pemalsuan tersebut diketahui setelah melakukan transaksi sebagai member. Untuk menjadi stokies OXXYWELL mereka harus membayar Rp 15 juta. Setelah mentransfer uang itu, mereka baru mendapatkan 100 dus ditambah 50 kit atau cara kerja MLM OXXYWELL.

Namun saat produk tersebut dipasarkan, petugas BPOM menyita OXXYWELL karena label yang dipergunkan OXYWELL palsu. Dan penetapan Handojo sebagai tersangka dalam kasus tersebut, para pelapor mengaku puas dengan kinerja kepolisian Reskrim Sus Polda Jateng. (bye)

Tags

Related posts

*

*

Current day month ye@r *

Top