Guru Olah Raga Yang Diduga Gerayangi Siswi Resmi Dipolisikan

Korban saat melaporkan gurunya di Mapolrestabes Semarang

Semarang - Sigit Widiyanto, seorang Guru SD Tandang 04 Semarang akhirnya resmi dilaporkan ke Polisi, Senin (25/2). Guru mata pelajaran Olah Raga tersebut diduga telah melakukan tindakan asusila kepada salah satu murid perempuannya.

Saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polrestabes Semarang, korban bersama keluarga didampingi Suparti Hadi, petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Penanganan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Berbasis Gender Semarang.

Suparti mengatakan, laporan ke polisi tersebut merupakan keinginan orang tua, sebagai tindak lanjut setelah mendatangi pihak sekolah, pada Sabtu (23/2) kemarin.

“Kemarin (Sabtu-red) kan sudah ke sekolah menunggu niat baik, tadi malam saya dihubungi orang tua korban untuk mendampingi ke Polrestabes,” terang Suparti Hadi, di depan ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang.

Suparti menambahkan, setelah melapor ke Polisi, pihaknya akan merujuk ke ahli psikolog untuk persiapan selanjutnya.

“Korbannya kan masih di bawah umur, jadi secara psikologi kami butuh penanganan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Rahayu (36), ibu korban mengatakan, pelaku harus memepertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Ia juga meminta, pihak sekolah mengambil sikap tegas terhadap seorang guru yang mencoreng nama baik sekolah itu.

“Saya minta, pihak sekolah harus mengeluarkan guru itu, dan dia (terlapor) harus minta maaf kepada kami,” tandasnya.

Sri menambahkan, akibat kejadian itu, anaknya sudah seminggu tidak mau sekolah, karena malu dan takut.

“Jelas dia (terlapor) yang gituin anak saya, tapi dia tidak mengaku, sampai pakai sumpah demi Allah segala,” ujarnya.

Sebelumnya, kejadian yang menimpa Intan (11), bukan nama sebenarnya, diduga sudah terjadi sejak bulan November 2012. Namun hal itu baru terungkap pada, Rabu, 13/2/2013.

Orang tua korban panik mendapati anaknya menangis sepulang dari sekolah. Korban kemudian bercerita kepada orang tuanya, bahwa ia sering diperlakukan tidak senonok oleh guru Olahraga. Diantanya di pegang payudaranya dan dipaksa mencium sang guru bejat itu.

“Dia (terlapor) memang kurang ajar,” kata Sri.

Diceritakan, kejadian sekitar pukul 10.30 tersebut terjadi saat jam mata pelajaran Olah Raga selesai. Korban yang melintas, dipanggil oleh sang guru. Saat korban mendekat, ia lalu ditarik dan dipaksa mencium sang guru di dalam mobil yang parkir sebelah mushola belakang SD Tandang 04.

Bukan hanya itu, saat pelajaran Ekstra Renang, korban bahkan sempat diremas payudaranya dan diraba  tubuhnya.

“Sebenarnya bukan hanya anak saya yang digitukan. Semoga dengan laporan ini, perbuatan itu dapat terbongkar,” tambah Sri.

Laporan tersebut, kini sudah dalam penanganan Unit PPA Polrestabes Semarang. Dengan mengacu pada UU RI No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. (ais/bye)

Berita Lainnya

Tags

Related posts

*

*

Current day month ye@r *

Top