Jawa Tengah Kekurangan Guru Sekolah Dasar

Ilustrasi

Semarang – Jawa Tengah kekurangan guru pengajar Sekolah Dasar (SD). Dari 8000 guru yang pensiun di Jawa Tengah sekitar 75% merupakan guru SD.

Ilustrasi

Hal ini diungkapkan oleh Ketua PGRI Jateng Soebagyo Brotosedjati pada seminar tentang peringatan hari Korpri ke-41 di gedung Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Senin (26/11).

Dia mengungkapkan, permasalahan kekurangan tenaga pengajar di sekolah dasar  seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Menurutnya, setelah pemerintah melakukan moratorium tiga tahun silam, pengangkatan PNS guru hampir tidak ada. Dan untuk memenuhi tenaga pengajar pihak sekolah khususnya SD menggunakan tenaga pengajar wiyata bakti yang belum tentu bisa menggantikan peranan guru yang telah memiliki kompetensi di bidangnya.

Hal demikian, lanjutnya justru, akan menyebabkan masalah kelebihan pengangkatan guru wiyata bakti yang menuntut menjadi PNS karena merasa telah mengabdikan dirinya sebagai tenaga pengajar sejak lama.

Untuk menekan permasalah tersebut, Ia meminta agar Pemerintah betul-betul mengadakan pengangkatan tenaga pengajar PNS khususnya untuk guru SD. Karena yang terjadi jika ada guru yang pensiun, maka satu kelas bisa tidak mendapatkan guru. “Mengingat satu guru kelas SD mencakup semua mata pelajaran kecuali pelajaran agama dan olah raga,” katanya.

Sebagai mitra pemerintah, PGRI juga menyayangkan adanya kelebihan pengajar yang terjadi pada guru SMA sederajat. Hal tersebut tidak dapat dialih pindahkan dari guru SMA menjadi guru SD sebagai solusi. Dia beralasan, karena kemampuan guru SMA yang mengajar sesuai bidang tiap mapel tentu sangat berbeda dengan kemampuan guru SD di semua mapel.

“Jika jam normatif pada guru SMA, semisal guru Bahasa Indonesia yang memiliki aturan jam mengajar sebanyak 24 jam per minggu, maka untuk memenuhi syarat ketentuan jam mengajar bisa diisi dengan penambahan jam mengajar Bahasa Indonesia di kelas lain yang terdapat kekosongan akibat guru yang lama telah pensiun. Hal demikian pula tidak bisa diberlakukan kepada guru di SD,” katanya.

Ia berharap, masalah kekurangan guru di SD akan segera ditanggulangi pemerintah agar kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan dengan baik. (her/jpl)

*

*

Current ye@r *

Top