Dishub Kota Semarang “Ditelanjangi” Komisi B DPRD

Kepala Dishubkominfo Ednawan bersama jajarannya saat ditelanjangi Komisi B DPRD Kota Semarang. afri.kabar17.com

Semarang - Tahun 2013 Dishubkominfo Kota Semarang, mentargetkan kenaikan PAD menjadi Rp 26, 5 miliar dari Rp 22 miliar tahun 2012. Namun sayang, kenaikan target PAD Dishubkominfo ini mendapatkan sorotan dan dinilai Komisi B tidak realistis.

Kepala Dishubkominfo Ednawan bersama jajarannya saat ditelanjangi Komisi B DPRD Kota Semarang. afri.kabar17.com

Hal ini mengemuka dalam rapat pembahasan APBD 2013 antara Komisi B dengan Dishubkominfo, Kamis (8/11).

Dikatakan Ketua Komisi B Yearzy Ferdian, setelah di kalkulasi kembali dan dibahas peritem oleh Komisi B, banyak hal yang perlu dievaluasi dan dikaji lebih mendalam oleh Dishub.

“Memang banyak hal yang kita soroti pada sisi pendapatan, baru setelah itu masalah belanja,” ujarnya.

Pada masalah pendapatan ini lanjutnya, banyak hal yang jika dilihat dari  sisi kalkulasi ataupun target pendapatan PAD dari Dishub 2012 sebesar kurang lebih Rp 22 miliar dan rencana proyeksinya ada kenaikan Rp 26, 3 miliar  tahun 2013.

“Khususnya permasalah dari retribusi pelayanan parkir tepi jalan umum, yang sebelumnya tahun 2012 dianggarkan Rp 5,4 miliar dan 2013 dianggarkan Rp 5,8 miliar. Sedangkan realisasi 2012 pendapatan pada parkir tepi jalan umum sampai November ini baru tercapai Rp 1 miliar 30 juta, jadi banyak potensi kehilangan PAD pada sektor parkir tepi jalan umum,” papar Yearzy.

Bahkan Yearzy terang-terangan mengatakan, melihat kondisi angka yang muncul pada  PAD tahun 2012 Rp 5,4 miliar yang sampai saat ini baru mencapai Rp 1 miliar 30 juta.

“Dan kalau 2013 PAD Rp 5,8 milyar ya kami  mengatakan ini kurang realistis dan karena itu juga kami ingin mendapatkan jawaban yang realistis dan reasonable. Angka pencapaian tersebut sumbernya dari mana,” tanya Yearzy.

Namun, dikatakan politisi asal PAN ini, angka yang muncul tersebut berdasarkan kajian Dishub dan disesuaikan dengan amanat UU 28 dan perda RPJMB yang setiap tahunnya harus ada kenaikan 12,5 persen dari sisi PAD di masing-msang SKPD.

“Kami mensuport, karena kenaikan ini sudah sesuai kaidah yang ada, hanya saja, kami perlu mengetahui, muncul angka ini dari mana, kawasan zona mana dan apakah Dishub sudah melakukan pemetaan. Kita ingin semua laporan keuangan Dishub ini jelas sumbernya. Karena semua laporan keuangan yang disampaikan Dishub ke kami  tidak ada proyeksi dan realisasi tahun 2012, jadi kita tidak bisa mengetahui kondisi pencapaian target realisasi yang di dapatkan, sehingga komparasi terhadap 2013 ini nanti seperti apa,” ujar Yearzy.

Yearzy mencontohkan, dalam laporan Dishub, ada retribusi Terminal Terboyo dan Terminal Mangkang, sewa kios Terminal Terboyo 2012 Rp 44.550 juta dan 2013 Rp 50.118 juta, memang ada peningkatan.

“Kemudian Terminal Mangkang 2012 Rp 710 juta dan 2013 naik jadi 803 juta, kami melihat kondisi tahun 2012 memang proyeksinya segitu, tapi apakah realisaisi tahun 2012 sebesar itu,” tanyanya lagi.

Sementara waktu pihaknya melakukan peninjauan ke lapangan dan juga dari informasi lain, bahwa kondisi kios di Terminal Mangkang ternyata tidak dioptimalkan oleh Dishub,  apakah betul pencapaian kios tahun 2012 Rp 710 juta ini bisa di dapat oleh Dishub, terlebih 2013 ada kenaikan Rp 92 juta menjadi Rp 803 juta. Ini menjadi pertanyaan besar.

Dan karena merasa banyak yang harus dilengkapi oleh Dishub, Komisi B terpaksa menunda pembahasan APBD 2013 bersama Dishub.

“Kami minta Dishub menjelaskan laporan keuangan dan kinerja proyeksi realisasi 2012 dan 2013. Kami mempertanyakan dengan kondisi 2012 yang tidak mencapai target, apakah 2013 untuk proyeksinya Rp 5,8 miliar ini tidak terlalu ngoyo moro,” katanya.

Kalau dilihat dari pencapaian target dari tahun pertahun Dishub yang tak tercapai dari sisi pendapatan parkir tepi jalan umum, jika terjadi akumulasi setiap tahunnya, tentu dapat menyebabkan kehilangan potensi dari sektor parkir yang cukup besar dan tentu akan berdampak pada kerugian pemkot dan ini bisa menyebabkan implikasi hukum. (afri/bye)

*

*

Current ye@r *

Top