Bibir Sungai Longsor, Warga Beramai Ramai Membikin Bronjong

Warga Desa Kedunggading bergotong-royong memasang trucuk bambu untuk mencegah longsor bertambah parah.
Kendal – Gara-gara bronjong Kali Blukar ambrol, warga Desa Kedunggading, Kecamatan Ringingarum menjadi was-was. Pasalnya, bibir sungai menjadi longsor akibat bronjong yang ambrol tersebut. Kini warga bergotong-royong memasang trucuk bambu untuk mencegah longsor meluas.

Warga Desa Kedunggading bergotong-royong memasang trucuk bambu untuk mencegah longsor bertambah parah.

Menurut warga  Buthuk (56), ambrolnya bronjong tersebut terjadi beberapa hari yang lalu. Sehingga membuat bibir sungai di sekitar bronjong longsong. Padahal bronjong tersebut baru tahun lalu dibuat oleh pemkab setempat.

“Kita khawatir kalau hujan datang nanti. Karena masih jarang hujan saja sudah longsor seperti ini, apalagi besok kalau arus sungai sudah deras,” kata ketua RT. 1/IV tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, bibir sungai yang kini longsor panjangnya mencapai sekitar 500 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter. Sementara jarak antara bibir sungai yang longsor dengan pemukiman warga hanya sekitar 10 meter saja. Mengantisipasi longsor terus bertambah, warga setempat memasang trucuk bambu secara bergotong-royong.
“Karena jarak yang sudah terlalu dekat, maka kita inisiatif swadaya pasang trucuk bambu. Mengantisipasi arus deras nanti. Tapi ini kan hanya bersifat sementara kekuatannya. Kami harap ada perhatian dari Pemkab Kendal,” ujarnya.
Hal senada katakan oleh Bambang (32) perangkat desa setempat. Bronjong tersebut baru satu tahun dibuat, saat normalisasi tahun 2011. Menurutnya, normalisasi Kali Blukar tahun ini juga melenceng dari rencana yang telah ditetapkan. Dikatakan, normalisasi tahap dua itu seharusnya aliran sungai dibuat lurus. Namun dalam realisasinya malah dibuat berkelok-kelok.
“Rencana awal kan dibuat lurus, tapi prakteknya kok malah dibuat berkelok-kelok. Jadi benturan arus air saat ditikungan sungai menjadi kuat. Akibatnya bronjong gampang jebol,” katanya.
Selain itu, masih menurut Bambang, bronjong yang diperkuat justru bronjong yang berada di sebelah timur sungai. Padahal bronjong yang ambrol dan bibir sungai yang longsor berada di sebelah barat. Pihaknya berharap agar mengkaji ulang perbaikan bronjong di sebelah timur tersebut. “Kami harap itu dikaji ulang. Selain itu, kami minta pemkab maupun pemprov bisa segera memperbaikinya. Karena saat ini hujan mulai intens terjadi,” harapnya.(yda/fra)

*

*

Current day month ye@r *

Top