Begini Cara “Ayam Kampus” Semarangan Menjajakan Dirinya

AYAM KAMPUS 1

Semarang - Berbeda dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menjajakan dirinya secara terbuka di tempat-tempat prostitusi. Bagi mahasiswi yang menggeluti bisnis “ayam kampus”, keberadaan mereka cenderung lebih terselubung dan tidak sembarangan orang dapat memperoleh jasanya.

Ilustrasi

Keamanan menjadi alasan utama mengapa pekerjaan sambilannya tidak mudah diketahui orang lain.

Di Semarang sendiri pekerjaan mereka juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi di bawah manajemen seorang germo atau mucikari dalam istilah mereka sering disebut dengan istilah GM.

GM inilah yang nantinya bekerja sebagai penghubung atau sebagai “sex delivery order” sehingga mereka tidak secara menyolok mencari mangsa. Selain itu sasaran mereka juga sangat pilih-pilih.

Tidak semua tawaran dari GM akan diterima oleh “ayam kampus” dan untuk keamanan mereka terlebih dahulu memilah-milah orang yang menerima jasanya.

Menurut PN (21) salah seorang ayam kampus dalam perbincangan yang dilakukan di salah satu cafe di Semarang, mengaku tidak mudah berkomunikasi dengan para “ayam kampus”. Sebab, semua harus melewati rekomendasi dari teman seprofesi atau dari GM mereka.

“Kami tidak ingin pribadi kami ketahuan atau tersebar di mana-mana, karena itu kami sangat berhati-hati dalam menerima pelanggan,” ucapnya.

Bagaimana bisa menghubungi GM ? PN mengaku susah-susah gampang. GM biasa berada di tempat-tempat hiburan malam seperti diskotik atau tempat karaoke, tapi dalam menawarkan anak asuhnya, GM juga akan berhati-hati, mereka cenderung lebih mencari pelanggan potensial seperti pejabat atau pengusaha.

“Sebenarnya tidak usah mencari, apabila anda pelanggan yang tergolong potensial (berduit), ketika Anda berada di salah satu diskotik pasti akan ditawarin,” ucap PN.

PN mengaku sudah hampir 2 tahun ini bergabung dengan salah satu GM yang ada di kota Semarang, awalnya PN di tawari oleh temannya  yang sudah terlebih dahulu ikut ke GM tersebut. GM nantinya akan menerima sekitar 10-15 % dari tarif  “ayam kampus” tersebut.

“Saya sudah hampir dua tahun ikut salah satu GM, awalnya dulu diajakin teman yang sudah terlebih dahulu gabung ke GM tersebut, tidak ada syarat khusus untuk bergabung ke GM, paling cuma tukar-tukaran no HP atau PIN BB, untuk GM akan memperoleh 10-15 % dari tarif, jika dihitung harga ayam kampusnya Rp 3 juta, berarti sekitar Rp 300 – Rp 450 ribu masuk ke GM,” terangnya.

Dari jumlah pelanggan yang diterima pun, “ayam kampus” berbeda dengan PSK di lokalisasi, PN mengaku dalam sebulan, mereka yang menggeluti bisnis “ayam kampus”  hanya melayani 2-3 klien.

Dan kebanyakan mereka yang sudah menjadi pelanggan tetap. Tidak hanya itu, lokasi kencan pun ditentukan oleh “ayam kampus”, biasanya hotel merupakan salah satu  tempat yang dirasa aman bagi bereka.

“Kadang kalau lagi males ya bisa satu kali sebulan, tapi kalau kebutuhan banyak bisa beberapa kali kencan, masalah tempat kami lebih merasa aman jika dilakukan di hotel karena kemungkinan bertemu dengan orang yang dikenal sedikit, selain itu juga untuk menjaga image kalau kami ini bukan kelas murahan,” ungkapnya. (her/bye)

One Comment;

  1. David said:

    DAVID pijat kebugaran
    (khusus Semarang, Kudus, Demak, Jepara n sekitarnya)

    pijat panggilan untuk Pria, Wanita dan Pasutri, dengan tenaga PRIA profesional, tinggi, putih, bersih dan sopan.
    pijat panggilan ke hotel, rumah, apartment, kos2an dll

    di jamin puas n rahasia terjamin

    call aja 087833668284
    bole sms dulu untuk janjian pijat…
    (hanya utk yg serius saja)

*

*

Current day month ye@r *

Top