Perkosaan Ayah Kandung, KPAI Evakuasi 2 Adik Korban

Komnas anak dan Kemensos berhasil mengevakuasi dua adik korban. wto.kabar17.com

Temanggung -  Selain berhasil mendesak aparat kepolisian Polda Jateng untuk meringkus Wahyudi (36) ayah pemerkosa anak kandungnya sendiri, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang bekerjasama dengan Kemensos dan Komnas Anak untuk melakukan evakuasi dan proses rehabilitasi terhadap dua adik Mawar (bukan nama sebenarnya).

Komnas anak dan Kemensos berhasil mengevakuasi dua adik korban. wto.kabar17.com

Dua adik korban perkosaan Mawar  dievakuasi dengan cara dijemput ketika berada di sekolahanya di salah satu SD di Kecamatan Parakan, Temanggung. Saat bersamaan dengan pelaku pemerkosa anak kandung Wahyudi dibekuk oleh petugas Polsek Parakan dan Polres Temanggung.

“Evakuasi dilakukan TRC Kemensos. Rabu (10/10) untuk mengantisipasi terjadinya traumu psikis yang menimpa dua adik Mawar. Sebab kedua anak itu ikut pelaku Wahyudi yang tinggal bersama istri mudanya. Saat tersangka di tahan, bersamaan kami menjemput kedua anak di sekolah ( SD kelas 1 dan kelas 3 di satu sekolah) dengan mengajak sang ibu kandung (Mawarti) yang didatangkan dari Semarang. Serta dibawa ke Semarang untuk di bawa ke rumah perlindungan anak,” ungkap  Sekjen Komnas Perlindungan Anak Syamsul Ridwan kepada kabar17.com  Jum’at(12/10) siang tadi.

Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Syamsul langsung memimpin proses evakuasi dua adik kandung korban pemerkosaan anak yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri Wahyudi. Kedua anak ini kemudian langsung dibawa ke rumah perlindungan anak Kota Semarang. Dipertemukan dengan dua saudaranya dan kakaknya NK. Suasana haru memecah saat kelima anak dan ibunya itu bertemu.

“Mereka berlima termasuk korban perkosaan ayah kandung Mawar untuk sementara tinggal dirumah perlindungan anak yang kami rahasiakan keberadaanya di Kota Semarang. Selain itu kami pindahkan sekolahnya sebagai salah satu bagian dari proses rehabilitasi terhadap kelima anak itu,” ungkapnya.

Selain itu, Kemensos juga memberikan bantuan biaya pendidikan dan perbaikan gizi anak itu dalam program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) dalam bentuk pemberian rekening ke anak.

“Dua adik korban  dievakuasi oleh petugas TRC Kemensos. Kemensos berikan perlindungan kepada lima anaknya. Selain itu, mereka diberikan rekening Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) ke 3 dari 5 anaknya  masing-masing anak memperoleh Rp 1,5 juta sebagai pemenuhan kebutuhan dasar untuk peralatan sekolah dan makanan bergizi,” pungkas Syamsul.

Selain melakukan proses evakuasi, Komnas Anak juga memantau dan mengevaluasi proses rehabilitasi serta jalanya proses hukum terkait tindak kriminal Wahyudi ayah bejat yang tega perkosa anak kandungnya NK yang terjadi di Temanggung, Jateng. Yang saat ini penyelidikan dan penyidikanya  masih berjalan di Mapolda Jateng. (wto/bye)

*

*

Current day month ye@r *

Top