Pengedar Ganja Lintas Provinsi Diringkus Polda Jateng

PENGEDAR GANJA

Semarang - Jajaran Dit Res Narkoba Polda Jateng berhasil meringkus pengedar ganja yang beroperasi di Jawa Tengah dan sekitarnya. Sebagai barang bukti, polisi menyita 2 Kg ganja kering siap edar. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap bandar besar atau pemasok ganja tersebut.

Tersangka diketahui bernama Purwono (45) warga Kampung Nglesem RT 19 RW 09 Nanggulan Cawas Klaten. Tersangka dan barang bukti hingga saat ini masih diamankan di sel tahanan Mapolda Jateng.

Dir Res Narkoba Kombes Pol John Turman Pandjaitan kepada wartawan mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang mengaku resah dengan maraknya peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Surakarta.

“Dari informasi tersebut, kemudian kita lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku berinisial P,” tutur John Turman siang tadi.

Tersangka Purwono digrebek di kos-kosannya di Kampung Baron Kunden RT 3 RW 2 Panularan Laweyan Surakarta pada 21 Oktober 2012 sekira pukul 20.00 WIB. Dalam penggrebekan itu disita 2 kg ganja kering yang disimpan di tas warna hitam dan uang hasil penjualan ganja sebesar Rp 580 ribu.

“Setelah mendapatkan barang bukti, tersangka kita gelandang ke Mapolda Jateng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar John Turman.

Dari hasil penyidikan sementara lanjut John Turman, tersangka mengaku mendapatkan ganja tersebut dari AP yang hingga saat ini masih diburu. Purwono memesan ganja melalui SMS pada (19/10) sekira pukul 09.40 WIB. Setelah itu, Purwono mentransfer ke rekening AP sebesar Rp 6 juta.

“Setelah proses transaksi, AP kemudian memberitahukan supaya P mengambil barangnya di sebuah sawah di Desa Kalasan Yogyakarta. Mendapatkan SMS tersebut, Purwono langsung ke tempat pengambilan barang,” tambah John Turman.

Setelah barang berhasil diambil, kemudian Purwono menjual ganja tersebut dengan sistem paket hemat seharga Rp 50 ribu – Rp 100 ribu. Dari tanggal (19-21/10), Purwono telah berhasil menjual 9 paket dengan uang penjualan yang disita sebesar Rp 580 ribu.

“Sasaran penjualan kepada siapa saja, dalam kurun waktu tiga hari, pelaku sudah menjual 9 paket hemat,” tutur John Turman lagi.

Dan dari penyidikan sementara, pelaku dijerat dengan pasal 114 UU No. 35 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Dan guna proses hukum lebih lanjut, tersangka ditahan di Mapolda Jateng. (bye)

*

*

Current day month ye@r *

Top