Harga Sapi Naik Tajam, Pedagang Daging Sapi Menjerit

Pedagang daging sapi, Kholis yang mengaku harus merugi akibat harga sapi naik hingga 100 persen. afri.kabar17.com

Semarang - Para penjual daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Semarang menjerit. Pasalnya, harga sapi potong jelang hari raya Idul Adha pada bulan Oktober 2012 meningkat hampir 100%.

Pedagang daging sapi, Kholis yang mengaku harus merugi akibat harga sapi naik hingga 100 persen. afri.kabar17.com

Pedagang daging sapi di pasar Bulu Semarang, Kholish (42) kepada kabar17.com mengatakan, tidak bisa menaikan harga lantaran belum ada kesepakatan dengan pedagang lain. Sehingga sampai saat ini pihaknya hanya bisa mengurangi keuntungan dari penjualannya.

“Kalau harga daging sapi naik,  maka permintaan masyarakat akan semakin berkurang,” kata Kolish saat ditemui di tokonya Kamis (11/10).

Pedagang lainnya Nur mengatakan, kenaikan harga sapi bisa mencapai 100%. Dia menyebutkan, bila awalnya harga sapi hanya Rp 5 juta per ekor kini menjadi Rp 10 juta per ekor.

“Jelang hari raya qurban harga daging sapi memang cenderung fluktuatif. Sehingga para pedagang daging sapi harus pintar mencari celah keuntungan,” ujar Nur.

Dari pantauan kabar17.com, permintaan daging sapi di pasar mengalami penurunan. Bebeapa lapak pedagang di pasar terlihat sepi pelanggan, dengan begitu aktifitas jual beli daging sapi terlihat lesu.

Ulfi Imran kepala dinas perdagangan dan perindustrian menjelaskan bahwa kondisi harga daging di pasar saat ini memang dipengaruhi oleh permintaan masyarakat. Namun dia menyatakan harga yang di pasar saat ini tergolong masih normal.

“Pada bulan September kemarin harga daging sebesar Rp. 65 ribu, kini naik sekitar Rp 70 ribu,” ujar Ulfi di kantornya. (afri/bye)

*

*

Current day month ye@r *

Top