Untuk Menghentikan Tawuran Pelajar, KPAI Akan Temui Gubernur DKI

Ilustrasi

Jakarta - Untuk menghentikan aksi tawuran antar pelajar khususnya di Jakarta, Kak Seto, selaku Ketua Pembina Satgas Perlindungan Anak berencana akan menemui Gubernur DKI Jakarta, Jum’at (28/9).

Ilustrasi

Menurut Kak Seto, pihaknya telah melayangkan surat kepada Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta. Selain itu pihaknya juga menghubungi  Kapolda Metro Jaya dan SKPD terkait.

“Kami merekomendasikan kepada Gubernur, Kapolda Metro Jaya dan SKPD untuk mengulang success story mengatasi tawuran di Matraman antara Pal Meriam dan Berlan. Proses persaudaraan Matraman tersebut berhasil menghentikan tawuran sampai saat ini,” ujar Kak Seto.

Selain merekomendasikan kepada Gubernur, pihaknya juga akan meminta kepada Presiden untuk mencanangkan hari berkabung nasional atas meninggalnya pelajar akibat tawuran.

“Kami juga meminta Presiden untuk memerintahkan Kemendiknas dan kementerian terkait untuk mengambil langkah kongkrit mengatasi tawuran,” tuturnya lagi.

Sementara itu kepada orang tua siswa yang pernah terlibat tawuran,  diminta kesediaannya untuk menyerahkan anak-anak mereka ikut program pembinaan.

“Program ini dikelola oleh para ahli sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan anak. Setelah kembali dari pembinaan, dilanjutkan dengan program konseling sebaya atau peer group untuk mempertahankan hasil pembinaan,” tambahnya.

Ketua KPAI, M Ihsan melalui  kabar17.com menghimbau kepada orang tua dan sekolah untuk terlibat aktif mendukung program pembinaan tersebut dan ikut mendapatkan pembinaan khusus, sehingga dapat melanjutkan tugas instruktur setelah program pembinaan.

“Bagi anak atau orang tua yang tidak bersedia menyerahkan anaknya ikut pembinaan khusus, jika anak tersebut ikut tawuran langsung ditangkap dan ditahan oleh kepolisian dengan dasar melakukan tindakan pidana. Ini pilihan yang cukup adil buat anak dan orang tua,” ujar M Ihsan.

Menurutnya, setelah program ini berjalan, aparat penegak hukum harus menindak tegas pelajar yang ikut tawuran dan membebani orang tua dengan denda untuk efek jera. (dwi/bye)

*

*

Current ye@r *

Top