Evakuasi WNA di Lokasi PLTU, Polisi Bentrok dengan Warga

BENTROKKAN PENOLAKKAN PLTU BATANG

Batang – Upaya polisi untuk mengevakuasi warga negara asing di lokasi pembangunan PLTU di Batang Jawa Tengah diwarnai bentrokan dengan warga. Bentrokan terjadi karena warga berusaha menghalang halangi upaya polisi, untuk membebaskan dua warga negara Jepang yang disandera di rumah salah satu warga, di Desa Powereng Kecamatan Tulis  Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Warga Negara Jepang dievakuasi polisi setelah disandera warga. kabar17.com

Dari pantauan kabar17.com, saat itu, polisi tengah berupaya untuk mengevakuasi warga negara asing yang telah disandera ribuan warga. Melihat kedatangan petugas kepolisian, warga langsung menyambutnya dengan lemparan batu.

Polisi yang tak mau kalah, kemudian balas melempar batu. Perang batu pun tak  terhindarkan. Meski sudah dilakukan  tembakan peringatan bahkan  tembakan gas air mata, warga tetap tak bergeming mundur.

Melihat warga yang beringas, polisi kemudian mengejar dan menangkap sejumlah warga yang dianggap berlaku anarkhis. Tak terima warga desanya ditangkap dan dipukul, warga lain nya pun kembali melakukan perlawanan dengan kembali melempari batu kepetugas.

Bentrokan ini terjadi sekitar 30 menit. Meski sempat terjadi bentrok, polisi akhirnya berhasil mengevakuasi kedua WNA tersebut. Namun,  mobil yang dikendarai kedua WNA ini menjadi limpahan emosi warga. Kaca mobil pecah dan ban mobil di gembosi.

Penyanderaan WNA asal jepang ini sendiri terkait dengan pembangunan PLTU yang akan dibangun. Meski  warga sudah menolak, namun pelaksana pembangunan PLTU  tetap melakukan proses pembangunan di wilayah tersebut.

Kepada kabar17.com, Salim, seorang warga mengatakan, upaya penyanderaan tersebut dilakukan warga karena mereka marah melihat kedatangan orang asing yang mau mensurvei wilayah tesebut, untuk membangun PLTU.

“Ini sebagai peringatan, barang siapa yang tetap akan membangun PLTU di wilayah ini akan berhadapan dengan kami. Kami menolak pembangunan PLTU, dan itu harga mati” ujar Salim.

Sementara itu, Sakamoto dari PT Sumitomo Jepang sebagai pihak pelaksana pembangunan PLTU mengatakan, bahwa kedatangan mereka hanya untuk melihat dan mensurvei jalur transmisi atau SUTET untuk PLTU.

Hingga Sabtu malam suasana di lokasi tersebut masih memanas. Ratusan warga masih berjaga jaga dilokasi pembangunan PLTU.  (vic/fra)

*

*

Current ye@r *

Top