Kanit Provost Wanita se-Indonesia

Kanit Provoost AKP Maria Widowati, SH, MH. bye.kabar17.com

Mengawasi 3500 anggota polisi bukan perkara mudah. Membutuhkan keberanian dan dedikasi yang tinggi. Selain itu, harus memberikan contoh yang baik sebelum memberikan pembinaan kepada orang lain. Itulah yang dirasakan oleh AKP Maria Widowati, SH, MH. Namun demikian, Maria menganggap ini adalah sebuah amanah yang harus dilaksanakan.

Kanit Provoost AKP Maria Widowati, SH, MH. bye.kabar17.com

“Sebelum memberikan pembinaan kepada satuan atau fungsi lain, saya harus membina internal kesatuan saya dulu,” ujar wanita kelahiran 1969 ini.

Dan wanita lulusan Fakultas Hukum Satya Wacana tahun 2003 ini mengaku bangga dengan jabatan yang sekarang diembannya. Pasalnya, ia menjadi wanita pertama yang menjadi Kanit Provoost tingkat Polrestabes Semarang seluruh Indonesia. Untuk itu, isteri Wan Armansyah ini berusaha memberikan yang terbaik untuk Polrestabes Semarang dan anggotanya.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan amanah luar biasa ini,” ujar mantan Kanit P3D Polresta Semarang Timur.

Karena baik buruknya anggota Polrestabes Semarang tergantung pada peran Kanit Provoost yang memiliki anggota sekitar 58 personil ini. Alumni Secapa tahun 2005 ini mengaku akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang menyangkut anggota khususnya Polrestabes Semarang.

“Saya tidak akan pandang bulu, setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran baik itu disiplin maupun tindak pidana, akan kita tindak sesuai dengan aturan yang ada,” tandas alumnus S2 Satya Wacana tahun 2007 ini.

Selama 6 bulan menjadi Kanit Provoost, Mantan Kanit Provoost Polsek Pedurungan ini memiliki pengalaman berharga. Ia menjadi sering melayani curhat khususnya dari anggota bhayangkari yang mengaku sering mendapatkan perlakukan kasar dari suaminya. Meski menganiaya isteri merupakan pelanggaran KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), wanita yang tinggal di Taman Arya Mukti Timur ini mengaku tidak langsung menyarankan melaporkan secara resmi.

“Sering menerima curhat dari anggota Bhayangkari yang mengaku sering dianiaya oleh suaminya. Saya persuasive dengan memberikan nasihat, selama masih bisa dibina, ya kita selesaikan secara kekeluargaan. Dan tidak semua kasus ringan harus disidangkan,” ujarnya.  (bye)

Berita Lainnya

*

*

Current ye@r *

Top