Balita Hydrocepalus dan Bibir Sumbing di Kendal Butuh Bantuan

IMG_7764
Kendal – Seorang balita yang bernama Munaffarid Annurrochim (1) warga Dusun Sewuni, RT 2 RW II, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari Kendal penderita hydrocepalus dan bibir sumbing membutuhkan bantuan. 

Balita penderita Hydrocepalus. yda.kabar17.com

Pasalnya, diusianya yang masih begitu belita itu sudah harus menahan sakit yang luar biasa akibat kepalanya membesar. Sementara orang tuanya tidak mampu mengobati penyakit anaknya itu.

Menurut kerabatnya bernama Sugeng (37), Munaffarid Annurrochim itu merupakan anak pasangan dari Isroni (29) dan Herlina (23). Isroni sendiri hanya bisa menggantungkan pendapatannya dari banyak sedikitnya ikan hasil tangkapannya. Karena merupakan seorang nelayan kecil. Sementara Herlina hanya sebagai ibu rumah tangga biasa.
“Bapaknya cuma nelayan kecil, ibunya hanya ibu rumah tangga biasa,” ujar Sugeng kepada kabar17.com.
Menurutnya,  tanda-tanda hydrocepalus pada anak pertama pasangan muda itu terlihat sejak lahir termasuk bibir sumbingnya.  Karena terlahir pada keluarga yang kurang mampu, Munaffarid Annurrochim hanya bisa mendapatkan pengobatan seadanya pada dokter setempat.
“Terlihat adanya hydrocepalus itu sudah sejak lahir,” ujarnya.
Sugeng mengaku, pihak keluarga sempat mengobatkannya di sebuah rumah sakit di Semarang. Itupun dengan bantuan dari yayasan Indonesia Tersenyum. Namun, pihak yayasan hanya bisa membantu biaya penyedotan cairan yang mengganggu di kepalanya.
“Untuk obat rawat jalan pihak keluarga sendiri yang nanggung. Karena mahal obatnya, akhirnya cuma dirawat seadanya,” jelasnya.
Dikatakan Sugeng, mahalnya biaya operasi dan juga obat untuk perawatan hydrosepalus serta bibir sumbing itu membuat sejumlah rumah sakit menolak merawatnya. Meskipun tergolong warga yang kurang mampu, Munaffarid Annurrochim tidak terdaftar dalam pasien Jamkesmas maupun Jamkesda.
“Rumah sakit yang di Semarang menolak karena katanya biayanya mahal. Dan saat dibawa ke RSUD Kendal, juga ditolak dengan alasan yang sama. Katanya, meskipun pakai kartu Jamkesmas dananya tidak cukup untuk operasi dan perawatannya, karena biayanya mahal. Apalagi kalau tidak pasien Jamkesmas/Jamkesda,” tambahnya.
Pihak keluarga berharap ada dermawan yang rela mengulurkan tangannya untuk membantu kesembuhan Munaffarid Annurrochim. Sehingga balita itu bisa menikmati masa-masa indahnya yang telah disita oleh penyakitnya itu. (yda/bye)

*

*

Current ye@r *

Top