Membahayakan, Pemkab Kudus Larang Basmi Tikus Dengan Setrum

berantas tikus

Kudus - Dalam waktu dekat, pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan akan menertibkan pembasmian hama tikus menggunakan listrik. Pasalnya, dalam beberapa kasus jebakan seperti itu menimbulkan korban jiwa meninggal dunia.

berantas tikus

Seperti dikatakan Kepala Dinas Perhutkan Budi Santoso, hari ini pihaknya akan mengumpulkan perwakilan petani, petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pihak terkait untuk membicarakan penertiban tersebut. Langkah ini dilakukan setelah meninggalnya warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo  akibat tersetrum listrik jebakan tikus.

”Untuk melarang penggunaan listrik baik yang bersumber dari genset ataupun yang lain untuk membasmi tikus memang bukan kewenangan kami secara penuh,” katanya.

Untuk pemberantasan hama tikus, lanjutnya, pihaknya sudah mengajarkan menggunakan  racun atau obat hama tikus jenis tiran yang dibakar kemudian dimasukkan ke dalam liang atau mulut sarang tikus. Cara seperti itu dikatakan cukup ampuh untuk menekan populasi tikus.

Bahkan, katanya, temuan ramuan untuk mengusir tikus oleh salah seorang petani asal Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati juga bisa diuji. Temuan menggunakan bahan alami yang digunakan untuk membuat ramuan pengusir tikus tersebut adalah campuran jengkol, laos serta beberapa bahan lainnya.

”Saat ramuan tersebut disemprotkan ke areal tanaman padi, radius satu meter tikus yang mencium bau tersebut tidak akan mendekat. Cara seperti itu memang tidak membunuh hama tetapi mencegah tanaman padi dari serangan tikus,” tuturnya.

Data terakhir yang tercatat pada Dinas Perhutkan, areal tanaman padi yang ada di Kudus seluas 220 ribu hectare, 12.648 hektare diserang hama tikus. Serangan hama tersebut terjadi secara sporadis dan tidak merata. (djo/jak)

*

*

Current ye@r *

Top