Polisi Salah Tembak di Purworejo

ilustrasi. kabar17.com

Semarang – Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng  Kombes Pol Bambang Rudi Pratiknyo mengatakan, kasus salah tembak yang dilakukan oleh anggota Reskrim Polsek Bayan Briptu Eko Ristanto, murni karena unsur ketidaksengajaan, untuk itu yang bersangkutan hanya kena sidang disiplin kepolisian.

ilustrasi. kabar17.com

ilustrasi. kabar17.com

Hal tersebut berdasarkan hasil reka ulang dan keterangan saksi-saksi. Peristiwa tersebut bermula ketika Bribtu Eko berdiri di depan pintu dan sudah mengeluarkan Pistol. Pada saat itulah, korban keluar dan menabrak Bribtu Eko hingga terjatuh. Pada saat terjatuh,  tanpa sengaja pelatuk pistol yang dibawa oleh Bribtu Eko, terkokang dan meletus mengenai korban.

“Dari hasil reka ulang dan pemeriksaan saksi-saksi, penembakkan itu tidak di sengaja,” ujar Kombes Pol Bambang Rudi P siang tadi kepada www.kabar17.com.

Menurutnya, berdasarkan hasil otopsi terhadap jenazah korban juga menguatkan bahwa korban tertembak dari bawah bagian punggung tembus ke leher bukan sebaliknya. Briptu Eko, dalam hal ini telah mengabaikan SOP. Seharusnya sebagai seorang anggota Reserse sudah bisa memastikan kapan saatnya pistol bisa dikeluarkan. Padahal saat itu sebenarnya belum saatnya mengeluarkan pistol.

“Seharunya lagi, pada saat penggrebekan seperti itu, Bribtu Eko jangan sampai tertabrak, kan bisa menghindar,” ujarnya.

Lebih lanjut sesuai dengan kajian normative,  polisi bisa melakukan tindak menembak dalam keadaan melindungi orang warga masyarakat. Selain itu, polisi juga bisa melakukan tembakan jika terdesak yang bisa mengakibatkan timbulnya ancaman jiwa.

“Untuk mengeluarkan tembakan ada SOP yang harus ditaati oleh setiap personel Polri,” katanya.

Disinggung mengenai sanksi yang diberikan, Bambang Rudi mengatakan sesuai dengan hasil dari siding profesi yang dilakukan di Polres Purworejo. Bisa jadi, untuk sementara tidak diaktifkan dulu, atau dimutasi ke bagian lain. Dijelaskannya, pada saat kejadian Briptu Eko memang sedang melakukan tugas pengejaran terhadap seorang DPO dan ada surattugasnya.

Sebagiaman diketahui, Supri Handoko,27,warga Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, menjadi korban salah tembak oleh anggota Serse Polsek Bayan, Minggu (26/2) malam. Supri tewas dengan luka tembak di bagian punggung dan leher. Peristiwa tragis itu terjadi di rumah korban. (dik/bye)

Related posts

*

*

Current ye@r *

Top